Data on-chain terbaru dari CryptoQuant mencatat penurunan tajam inflow whale ke Binance sejak akhir Maret 2026. Dalam 30 hari terakhir, volume Bitcoin yang dikirim para pemegang besar ke exchange menyentuh level terendah dalam beberapa bulan, turun dari kisaran 6 hingga 8 miliar ke bawah 2 miliar secara kumulatif. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa tekanan jual dari pemain institusional mulai mereda secara signifikan.
Ketika whale tidak lagi memindahkan Bitcoin ke exchange, pasokan yang siap dijual di pasar ikut menyusut. Dinamika ini dikenal sebagai supply shock, kondisi di mana jumlah aset yang tersedia untuk dibeli di pasar terbuka mengering sementara permintaan tetap stabil atau bahkan meningkat. Melansir CryptoQuant, kondisi serupa secara historis mendahului pergerakan harga yang lebih kuat dalam siklus Bitcoin sebelumnya.
Bitcoin saat ini berada di kisaran 72.000 dolar AS, naik dari titik terendah sekitar 60.000 dolar di pertengahan Maret 2026. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan penurunan inflow whale, memperkuat narasi bahwa berkurangnya tekanan jual turut menjadi salah satu faktor pendorong pemulihan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Bagi investor ritel Indonesia, sinyal ini relevan karena menyentuh dinamika dasar pasar: semakin sedikit Bitcoin yang tersedia di exchange, semakin mahal harga yang harus dibayar pembeli berikutnya jika permintaan tidak ikut turun. Ini bukan jaminan kenaikan harga, tapi perubahan struktur pasar yang layak dicermati sebelum mengambil keputusan portofolio.