<

Trump Bersedia Akhiri Perang Tanpa Buka Selat Hormuz, tapi Sekutu Teluk Desak Serangan Dilanjutkan

Dua laporan besar muncul pada hari yang sama dengan arah yang bertolak belakang soal masa depan perang Iran. Melansir Wall Street Journal (dikutip Reuters), Trump menyampaikan kepada stafnya bahwa ia bersedia mengakhiri kampanye militer meskipun Selat Hormuz masih tertutup. Penilaian administrasi menunjukkan bahwa operasi pembukaan selat secara militer akan memakan waktu empat hingga enam minggu tambahan, melampaui timeline yang diinginkan Trump. Opsi yang lebih dipilih adalah menekan Iran lewat diplomasi atau menyerahkan operasi pembukaan selat ke sekutu Eropa dan Teluk.

Namun di sisi lain, Associated Press melaporkan bahwa sekutu Teluk justru mendesak Trump untuk tidak berhenti. Pejabat dari Saudi Arabia, UEA, Kuwait, dan Bahrain secara privat menyampaikan bahwa serangan selama sebulan belum cukup melemahkan Iran. Melansir AP via Washington Post, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menyampaikan langsung ke Gedung Putih bahwa melumpuhkan kapabilitas militer Iran lebih lanjut adalah kepentingan jangka panjang kawasan. Saudi menuntut bahwa penyelesaian perang harus mencakup netralisasi program nuklir Iran, penghancuran kemampuan rudal balistik, dan penghentian dukungan terhadap kelompok proksi.

UEA muncul sebagai pihak paling agresif di antara negara Teluk. Melansir AP, UEA mendorong Trump untuk memerintahkan invasi darat, didukung oleh Kuwait dan Bahrain. UEA sudah menghadapi lebih dari 2.300 serangan rudal dan drone dari Iran sejak perang dimulai. Meski demikian, Saudi juga menyadari bahwa konflik yang berkepanjangan memberi Iran lebih banyak kesempatan untuk menyerang infrastruktur energi kerajaan. Oman dan Qatar, di sisi lain, tetap mendukung jalur diplomasi dan de-eskalasi.

Bagi kamu sebagai investor, ketidakpastian ini memiliki implikasi langsung. Sinyal de-eskalasi dari Trump bisa meredakan tekanan di pasar energi dalam jangka pendek, tapi selama Selat Hormuz masih tertutup, sekitar 20% pasokan minyak global tetap terganggu. Harga minyak Brent bertahan di atas US$110 per barel dan Bitcoin di kisaran US$66.500. Arah konflik dalam dua pekan ke depan, terutama menjelang batas waktu 6 April yang ditetapkan Trump untuk Iran membuka selat, akan menjadi penentu utama sentimen pasar.

Melansir WSJ (via Reuters), AP (via Washington Post)

Pelajari Materi Lainnya

Belajar lebih dalam bersama komunitas Tradewithsuli

Komunitas dua arah untuk belajar Cryptocurrency

Contact

Trade With Suli adalah platform edukasi dan komunitas seputar investasi, crypto, dan makroekonomi. Kami tidak menyediakan layanan pinjaman, P2P lending, pengelolaan dana, maupun jasa keuangan berizin. Seluruh informasi yang diberikan bersifat edukasi dan bukan merupakan saran investasi personal. Kami juga tidak pernah menawarkan produk pinjaman, investasi, ataupun profit secara pribadi. Apabila ada pihak yang menghubungi Anda dan mengaku dari Trade With Suli untuk tujuan tersebut, berarti itu adalah pihak yang mengatasnamakan kami.”

PT SOLUSI FINANSIAL MEDIA  ©2026 All rights reserved

Akses Berhasil!

Silahkan Download PDF melalui tombol dibawah ini. Kamu juga dapat gabung ke grup discord gratis untuk dapatkan info crypto menarik lainnya!

Pendaftaran Berhasil

Terima kasih telah mendaftar. Link Zoom akan dikirim melalui WhatsApp kamu. Punya pertanyaan? Silahkan chat minsul melalui tombol dibawah ini.