Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penangguhan serangan ke Iran selama dua minggu pada Selasa malam, tepat sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan sendiri habis. Syaratnya satu: Iran harus membuka kembali Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kapal. “This will be a double sided ceasefire,” tulis Trump di Truth Social, melansir NBC News dan Al Jazeera.
Selat Hormuz adalah jalur laut selebar 34 kilometer antara Iran dan Oman yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia setiap harinya. Sejak konflik dimulai 28 Februari, gangguan di selat ini mendorong harga minyak Brent ke level tertinggi dalam beberapa dekade, memicu penjualan obligasi AS senilai lebih dari $82 miliar oleh bank sentral asing, dan menciptakan tekanan inflasi yang dirasakan hampir seluruh negara pengimpor energi, melansir Financial Times. Pasar langsung merespons pengumuman Trump: harga minyak WTI anjlok lebih dari 10% ke kisaran $92 hingga $95 per barel, sementara Bitcoin melonjak hampir 5% ke $72.700, level tertinggi sejak 18 Maret, melansir Bloomberg dan CoinDesk.
Kesepakatan ini lahir dari mediasi Pakistan. Perdana Menteri Shehbaz Sharif meminta Trump menunda serangan besar yang sudah diancamkan ke pembangkit listrik, jembatan, dan infrastruktur energi Iran. Beberapa menit setelah pengumuman Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi Tehran ikut menghentikan operasi militer selama AS tidak melancarkan serangan baru. Araghchi menyatakan Hormuz akan dibuka kembali melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran, meski dengan catatan adanya “keterbatasan teknis”, framing yang berbeda dari tuntutan Trump soal pembukaan “lengkap, segera, dan aman”, melansir Al Jazeera.
Dampak ke pasar kripto bersifat langsung dan berlapis. Minyak turun berarti tekanan inflasi mereda. Inflasi yang melandai membuka ruang bagi The Fed untuk lebih fleksibel dalam kebijakan suku bunga. Dan suku bunga yang lebih rendah secara historis menjadi katalis positif bagi aset berisiko termasuk Bitcoin. Lonjakan Bitcoin ke $72.700 juga memicu likuidasi posisi jual senilai hampir $600 juta di pasar derivatif kripto, memperkuat momentum kenaikan lewat short squeeze, melansir CoinDesk.
Gencatan ini bukan akhir perang. Negosiasi permanen dijadwalkan dimulai di Islamabad pada Jumat 10 April, dimediasi Pakistan yang selama ini menjadi saluran komunikasi utama antara Washington dan Tehran. Kedua pihak masih berjauhan dalam banyak isu mendasar: Iran menuntut pencabutan sanksi, kompensasi perang, dan pengakuan atas kendalinya di Hormuz, sementara AS belum mengonfirmasi penerimaan atas satu pun tuntutan tersebut. Dua minggu adalah waktu yang sangat singkat untuk menjembatani konflik yang sudah berlangsung lebih dari lima pekan dan melibatkan kepentingan geopolitik puluhan negara.