Trump tidak main-main. Lewat media sosialnya pada 2 April 2026, Presiden Amerika Serikat memperingatkan bahwa militer AS “belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran.” Jembatan disebutnya sebagai target berikutnya, lalu pembangkit listrik. Tenggat waktu yang ditetapkan adalah Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 waktu Amerika Serikat, menurut laporan Reuters dan Al Jazeera.
Di balik ancaman itu ada satu tuntutan yang tidak berubah sejak konflik dimulai 28 Februari 2026: Iran harus membuka kembali Selat Hormuz. Jalur yang sebelum konflik dilalui sekitar 120 tanker per hari itu kini hampir lumpuh total. Harga minyak Brent bertahan di atas $112 per barel, sementara pasar global terus memantau setiap pernyataan dari Washington dan Teheran dengan kecemasan yang semakin nyata.
Iran tidak mundur. Pemerintah Teheran membantah adanya negosiasi langsung maupun tidak langsung dengan AS, bertentangan dengan klaim Trump bahwa pembicaraan sedang berlangsung dan berjalan baik. Iran bahkan memperingatkan bahwa jika pembangkit listriknya diserang, mereka akan menjadikan infrastruktur energi seluruh negara Teluk sebagai target balasan, termasuk negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.
Dampaknya sudah terasa di pasar. Bitcoin tertekan di kisaran $66.000, turun lebih dari 40 persen dari rekor tertinggi $126.000 Oktober 2025. Dalam 24 jam setelah pidato Trump Rabu lalu, lebih dari $1 miliar volume jual Ethereum membanjiri pasar derivatif dalam satu jam saja. Jika ancaman ini dieksekusi, analis memperingatkan pasar sudah memasuki fase ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak konflik dimulai.
Tenggat 6 April tinggal hitungan jam. Negosiasi diklaim berjalan oleh Washington, dibantah oleh Teheran. Di antara keduanya, pasar global menahan napas.
Sumber: Reuters, Al Jazeera, CNBC